
Stadion Raja Baudouin
Foto: Wikimedia Commons contributors · CC BY-SA
- Kapasitas
- 50 093
- Tahun dibuka
- 1930
- Klub
- —
- Negara
- Belgia
Ikhtisar
Tentang stadion
Stadion Raja Baudouin adalah stadion serbaguna di bagian barat laut Brussels, di kompleks Heysel. Dengan kapasitas 50.093 tempat duduk, ini adalah stadion terbesar di Belgia dan arena kandang tim nasional sepak bola Belgia. Stadion ini dibangun pada tahun 1930 berdasarkan desain arsitek Joseph Van Neck dan dinamai setelah raja Belgia yang telah meninggal, Baudouin I, yang wafat pada tahun 1993.
Lage und Umgebung
Stadion terletak di distrik Laeken di Brussels di dataran Heysel (dalam bahasa Belanda Heizel), yang juga menjadi tempat Atomium, pusat pameran Brussels, dan Bruparck. Daerah ini dapat diakses dengan metro jalur 6 dari stasiun Heysel dan sekitar 6 km di utara pusat Brussels. Lingkungannya ditandai oleh bangunan modern besar di area pameran dan ruang terbuka hijau.
Kegunaan
Stadion ini berfungsi terutama sebagai lapangan kandang tim nasional Belgia (Setan Merah) dan menjadi tuan rumah pertandingan persahabatan dan kualifikasi. Selain sepak bola, stadion ini juga mengadakan konser musik besar dan acara olahraga. Federasi sepak bola Belgia telah menjadikannya sebagai arena nasional utama sejak dibuka pada tahun 1930.
Sejarah
Perjalanan waktu
Stadion telah melalui sejarah yang penuh gejolak, termasuk malam-malam terkenal di Eropa dan tragedi mendalam yang selamanya mengubah pandangan tentang keamanan di stadion sepak bola.
Pembangunan dan nama Heysel (1930-1995)
Stadion dibuka pada tahun 1930 dalam rangka Pameran Dunia di Brussels. Dirancang oleh arsitek Joseph Van Neck dalam gaya neoklasik dengan kolom yang khas. Dengan nama Stade du Centenaire (Stadion Seratus Tahun), stadion ini menjadi tuan rumah final turnamen sepak bola di olimpiade 1920 (secara retrospektif) pada pembukaannya dan segera menjadi tempat pertandingan sepak bola bergengsi Eropa. Pada tahun 50-an dan 60-an, stadion menjadi tuan rumah final Piala Champions Eropa - pada tahun 1958 Real Madrid vs. AC Milan dan pada tahun 1966 Real Madrid vs. Partizan. Dengan nama tidak resmi Stade Heysel (atau dalam bahasa Belanda Heizelstadion), stadion ini kemudian dinamai berdasarkan distrik di Brussels.
Tragedi Heysel (1985)
Pada tanggal 29 Mei 1985, stadion menjadi tempat salah satu tragedi terbesar dalam sejarah sepak bola. Sebelum final Piala Champions antara Juventus dan Liverpool, terjadi kekacauan di antara para penggemar. Sebagian dinding runtuh, menewaskan 39 orang dan melukai ratusan lainnya. Tragedi ini mengarah pada larangan klub-klub Inggris berpartisipasi dalam kompetisi Eropa selama lima tahun dan perubahan drastis dalam standar keamanan stadion di seluruh Eropa.
Renovasi dan nama baru (1995-sekarang)
Setelah tragedi tersebut, stadion direnovasi dan dimodernisasi secara keseluruhan. Pada tahun 1995, stadion ini resmi dinamai Stade Roi Baudouin (Stadion Raja Baudouin) untuk menghormati raja Belgia yang meninggal dua tahun sebelumnya. Renovasi ini menghadirkan tribun modern, fitur keamanan baru, dan kapasitas 50.093 tempat duduk.
Atmosfer
Hari pertandingan
Atmosfer di Stadion Raja Baudouin sangat terkait dengan perannya sebagai stadion nasional - pertandingan tim nasional Belgia mencerminkan kebanggaan nasional dan semangat sepak bola yang mendalam.
Budaya penggemar
Tim nasional Belgia, yang dijuluki Setan Merah (Les Diables Rouges / De Rode Duivels), sangat populer di kedua komunitas bahasa di negara ini. Di stadion, penggemar dari Wallonia dan Flanders berkumpul mengenakan pakaian berwarna merah-hitam-emas sesuai dengan bendera Belgia. Nyanyian terdengar dalam kedua bahasa nasional - Prancis dan Belanda - menciptakan atmosfer unik dua bahasa yang khas Belgia.
Pertandingan besar dan momen bersejarah
Stadion ini menjadi tuan rumah final Piala Champions pada tahun 1958 (Real Madrid - AC Milan 3:2) dan pada tahun 1966 (Real Madrid - Partizan Beograd 2:1). Ini juga merupakan lokasi final kontroversial pada tahun 1985, yang menjadi tonggak sejarah dalam hal keamanan di stadion. Tim nasional Belgia telah mencapai sejumlah hasil bersejarah di sini dalam perjalanan menuju generasi emas pemain seperti Hazard, De Bruyne, atau Lukaku selama tahun 2010-an.
Info praktis
Mengunjungi stadion
Mengunjungi Stadion Raja Baudouin cukup mudah secara logistik berkat akses transportasi umum yang baik dan kedekatannya dengan kawasan wisata menarik Heysel.
Cara menuju ke sana
- Metro: jalur 6, stasiun Heysel - sambungan langsung dari pusat Brussels, perjalanan memakan waktu sekitar 20 menit
- Mobil: dari pusat Brussels melalui Chaussee Romaine atau jalur lingkar R0; parkir tersedia di kompleks Heysel pada hari pertandingan
- Trem: jalur 7 atau 51 dengan transfer ke metro
- Kereta: stasiun Bruxelles-Laeken, sekitar 10 menit berjalan kaki
Tiket dan tur
Tiket untuk pertandingan tim nasional Belgia dijual melalui situs web asosiasi sepak bola Belgia (RBFA). Tiket untuk pertandingan kualifikasi dan persahabatan biasanya tersedia jauh-jauh hari, sedangkan tiket untuk turnamen final cepat habis terjual. Stadion ini tidak menawarkan tur reguler untuk umum - ini adalah arena fungsional, bukan atraksi wisata.
Tips untuk pengunjung
- Kombinasi dengan wisata: dalam jarak berjalan kaki terdapat Atomium dan Mini-Europe - program ideal untuk sepanjang hari
- Kapan datang: setidaknya 60 menit sebelum kick-off; tempat parkir cepat terisi
- Bahasa: di stadion berkomunikasi dengan bahasa Prancis dan Belanda; bahasa Inggris umumnya dipahami
- Restoran: di kompleks Heysel terdapat kios dan restoran; pusat Brussels menawarkan pilihan gastronomi yang lebih luas.
Klub & tim
Sejarah klub (1)
Peta
Lokasi stadion
Rating
Rating Anda
Belum ada rating
Rencanakan kunjungan
Brusel, Belgia
Akomodasi
Booking.com — ID afiliasi belum dikonfigurasi
Tur stadion
GetYourGuide — ID mitra belum dikonfigurasi
Tiket pertandingan
Ticombo — ID afiliasi belum dikonfigurasi
Beberapa tautan adalah afiliasi — jika Anda melakukan pembelian, kami mendapat komisi kecil (tanpa biaya tambahan untuk Anda).





