
Gelora 10 November Stadium
Foto: Udrayanaa · CC BY-SA 3.0 · sumber
- Kapasitas
- 20 000
- Tahun dibuka
- 1954
- Klub
- —
- Negara
- Indonesia
Ikhtisar
Tentang stadion
Stadion Gelora 10 November berdiri di kawasan Tambaksari, Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia, dan selama puluhan tahun menjadi jantung sepak bola lokal. Dari generasi ke generasi, stadion ini menghimpun para pendukung Persebaya Surabaya, salah satu klub tertua dan paling bergairah di Tanah Air, yang suporternya tersohor dengan sebutan Bonek.
Arena bernama para pahlawan
Stadion ini menampung sekitar 20.000 penonton, dan tribun terbukanya membangkitkan kenangan akan era awal sepak bola Indonesia. Namanya mengenang 10 November 1945 — awal Pertempuran Surabaya, yang kelak menjadi Hari Pahlawan Indonesia. Kompleks ini juga dikenal dengan pohon-pohon Pterocarpus indicus (angsana) tua yang tumbuh di dalamnya. Meski Persebaya akhirnya pindah ke Gelora Bung Tomo yang lebih modern, "Tambaksari" tetap menjadi tempat keramat bagi banyak pendukung, menyatu dengan lahirnya identitas klub sekaligus kota.
Sejarah
Perjalanan waktu
Akar stadion ini menjangkau jauh ke masa kolonial Surabaya. Lapangan Tambaksari ditata antara tahun 1907 dan 1923, menjadikannya salah satu lapangan olahraga tertua di Indonesia.
Dari Tambaksari ke Hari Pahlawan
Setelah pembangunan ulang pada 1951–1954, tempat ini berganti nama menjadi Stadion Tambaksari. Nama yang dipakai sekarang, Gelora 10 November, disandangnya setelah renovasi lanjutan pada 1969, dipilih untuk menghormati Pertempuran Surabaya 10 November 1945 — bentrokan berdarah ketika warga kota melawan pasukan Britania-Belanda dan menjadi simbol perjuangan kemerdekaan. Persebaya Surabaya menggelar laga kandangnya di sini dari 1952 hingga 2010, dan klub NIAC Mitra juga memakai lapangan ini dari 1979 hingga 1990. Pembaruan terakhir dilakukan pada 2018. Maka, sebuah lapangan era kolonial tumbuh menjadi tempat suci yang namanya sendiri membangkitkan semangat kepahlawanan.
Atmosfer
Hari pertandingan
Atmosfer stadion ini tak terpisahkan dari para suporternya. Pendukung Persebaya, yang dikenal sebagai Bonek (dari bondho nekat, "bermodal nekat"), termasuk komunitas suporter paling lantang dan paling setia di Asia Tenggara.
Lautan hijau dan gemuruh tambur
Ketika Persebaya bermain kandang, tribun berubah menjadi lautan hijau — warna kebanggaan klub. Nyanyian, tabuhan, dan bendera menciptakan latar yang memekakkan telinga, mengintimidasi tim tamu sekaligus memompa semangat tuan rumah. Nama 10 November memberi laga muatan istimewa: bermain di stadion yang dinamai untuk Hari Pahlawan berarti memikul warisan kota yang dijuluki Kota Pahlawan. Hingga kini, meski laga-laga besar telah pindah ke tempat lain, Tambaksari tetap menjadi lambang kesetiaan, keberanian, dan cinta yang tak tergoyahkan bagi para Bonek terhadap klubnya.
Info praktis
Mengunjungi stadion
Stadion ini terletak di kawasan Tambaksari, dekat pusat Kota Surabaya, sehingga mudah dijangkau dengan transportasi kota maupun dengan berjalan kaki dari permukiman sekitar.
Cara menuju ke sana
- Naik kereta: Stasiun terdekat adalah Surabaya Gubeng dan Surabaya Kota (Semut), keduanya hanya sebentar naik taksi atau ojek.
- Naik pesawat: Bandara Internasional Juanda (SUB) berada di selatan kota; taksi atau Grab/Gojek adalah cara paling praktis dari sana.
- Transportasi lokal: Jaringan Suroboyo Bus dan ojek yang melimpah melayani seantero kota.
- Tips: Pada hari pertandingan, bersiaplah menghadapi keramaian dan parkir terbatas; datanglah lebih awal dan nikmati suasana kawasan bersejarah Tambaksari.
Peta
Lokasi stadion
Rating
Rating Anda
Belum ada rating
Rencanakan kunjungan
Surabaya, Indonesia
Akomodasi
Booking.com — ID afiliasi belum dikonfigurasi
Tur stadion
GetYourGuide — ID mitra belum dikonfigurasi
Tiket pertandingan
Ticombo — ID afiliasi belum dikonfigurasi
Beberapa tautan adalah afiliasi — jika Anda melakukan pembelian, kami mendapat komisi kecil (tanpa biaya tambahan untuk Anda).





